Sinergi Disnaker Dan Rutan Kraksaan Cetak Warga Binaan Terampil Dan Produktif

0
WhatsApp-Image-2026-07-27-at-15.48.48-1536x1152
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya menciptakan sumber daya manusia yang mandiri dan produktif terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan membatik bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan sebagai bekal menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan masa pidana.

Program pelatihan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo tersebut resmi dibuka pada Senin (27/7/2026) di Aula Pengayoman Rutan Kelas IIB Kraksaan. Kegiatan ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 dan diikuti oleh 16 warga binaan yang telah lolos seleksi berdasarkan minat, kompetensi, serta masa pidana yang segera berakhir.

Selama 20 hari kerja, mulai Juli hingga Agustus 2026, para peserta akan mendapatkan pelatihan membatik secara intensif dengan pendampingan instruktur profesional. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar, Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto, serta instruktur batik dari Batik Tulis Ronggo Mukti Kraksaan, Mahrus Ali.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo juga menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan peserta sebagai bentuk perlindungan selama mengikuti pelatihan.

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga setelah bebas nanti.

“Saya minta pelatihan ini diikuti dengan maksimal dan ikhlas. Ilmu yang diberikan instruktur harus diserap sebaik mungkin agar menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Galih, pelatihan membatik tidak hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga binaan. Mereka dapat bekerja di industri batik maupun mengembangkan usaha sendiri.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Disnaker Kabupaten Probolinggo, BPJS Ketenagakerjaan, dan Rutan Kraksaan dalam mendukung pembinaan warga binaan agar memiliki kompetensi sekaligus perlindungan sosial sebelum kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan pelatihan berbasis kompetensi merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja, termasuk bagi warga binaan.

“Harapan kami seluruh peserta memiliki keterampilan sesuai kompetensi. Setelah keluar dari rutan mereka mempunyai bekal untuk bekerja, bahkan dapat direkrut oleh pelaku usaha batik maupun membuka usaha secara mandiri,” katanya.

Saniwar menambahkan, program tersebut juga menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran terbuka. Dengan keterampilan dan sertifikat kompetensi yang dimiliki, peluang warga binaan memperoleh pekerjaan akan semakin besar.

“Jadikan pelatihan ini sebagai awal membangun masa depan yang lebih baik. Yang telah berlalu biarlah menjadi pelajaran. Gunakan kesempatan ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar setelah keluar dari rutan dapat menjadi tenaga kerja yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain pelatihan membatik di Rutan Kraksaan, Disnaker Kabupaten Probolinggo juga menyelenggarakan sejumlah pelatihan berbasis kompetensi lainnya, meliputi dua kelas menjahit, dua kelas border, serta satu kelas pengolahan hasil pangan berupa pembuatan roti di Kantor Disnaker Kabupaten Probolinggo.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Probolinggo berharap semakin banyak masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan, memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperluas peluang usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sumber daya manusia yang berdaya saing.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!