Program KEJAR KOMPAS-SAE Dorong Generasi Kabupaten Probolinggo Cerdas Kelola Keuangan

0
WhatsApp-Image-2026-07-28-at-15.29.59-3-1024x682
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya mencetak generasi yang cerdas dalam mengelola keuangan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dan Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, Pemkab menggelar Training of Trainers (ToT) Literasi Keuangan bertajuk “KOMPAS-SAE melalui KEJAR” sebagai langkah memperluas budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar, guru serta komite sekolah, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama OJK Malang dan Kantor Perwakilan LPS II Surabaya. Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Probolinggo selaku leading sector Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Sebanyak 500 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas kepala sekolah, guru, komite sekolah, perangkat daerah, Cabang Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, anggota TPAKD hingga perwakilan industri perbankan. Mereka dibekali pemahaman mengenai pentingnya literasi dan inklusi keuangan agar mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah masing-masing.

Acara diawali dengan sambutan Kepala OJK Malang Farid Faletehan dan Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang Syamsul Hidayat. Selanjutnya dilakukan penyerahan apresiasi Program KEJAR dari perbankan kepada Cabang Dinas Pendidikan, Kementerian Agama serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama Program KEJAR oleh Pemkab Probolinggo, OJK Malang, LPS II, Bank Jatim, Bank Mandiri dan BPR Central Arta Jaya sebagai bentuk penguatan sinergi dalam membangun budaya menabung sejak dini.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur secara resmi membuka kegiatan tersebut. Momentum itu juga ditandai dengan penyerahan plakat dan cinderamata sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator dan industri perbankan.

Membacakan sambutan Bupati Probolinggo, Abdul Ghafur menyampaikan apresiasi kepada OJK Malang, LPS II Surabaya, perbankan serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan Program KEJAR KOMPAS-SAE. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda Kabupaten Probolinggo yang cerdas, mandiri dan bijak dalam mengelola keuangan.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah menerbitkan Surat Edaran Bupati tentang dukungan implementasi Program KEJAR kepada seluruh satuan pendidikan. Kami berharap para guru yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen literasi keuangan di sekolah masing-masing sehingga budaya menabung dan pengelolaan keuangan yang sehat dapat ditanamkan sejak dini kepada para pelajar,” ujarnya.

Ghafur menambahkan, Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi keuangan karena terdapat 692 sekolah negeri dan 2.714 sekolah swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama serta yayasan. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas implementasi Program KEJAR di seluruh satuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala OJK Malang Farid Faletehan menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui Training of Trainers ini, kami ingin para guru menjadi duta literasi keuangan di lingkungan sekolah. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam menanamkan budaya menabung, mengenalkan produk dan layanan keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan digital,” katanya.

Farid juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya penipuan keuangan digital. Hingga akhir tahun 2025 tercatat 417 laporan penipuan keuangan digital di Kabupaten Probolinggo dengan total kerugian sekitar Rp3,64 miliar, yang sebagian besar berasal dari modus penipuan jual beli daring.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang Syamsul Hidayat menjelaskan bahwa edukasi mengenai fungsi LPS menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa simpanan nasabah di bank yang memenuhi persyaratan dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menabung di lembaga keuangan formal, fondasi perekonomian daerah juga akan semakin kuat,” jelasnya.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Probolinggo, OJK, LPS dan industri perbankan, Program KEJAR KOMPAS-SAE diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menumbuhkan budaya gemar menabung sejak dini, meningkatkan kecerdasan finansial, memperkuat kewaspadaan terhadap penipuan digital serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!