Wawali Ina Dwi Lestari Apresiasi Pawai Budaya Pakistaji, Dorong Pelestarian Budaya Dan Pemberdayaan Warga
Probolinggo, Radarpatroli.com
Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Beragam kesenian tradisional, budaya Nusantara, hingga kreativitas generasi muda berpadu dalam Pawai Budaya dan Pagelaran Seni yang digelar pada Minggu (9/8) malam.

Sebanyak 10 peserta ambil bagian dalam pawai budaya dengan menampilkan beragam atraksi yang dilombakan. Salah satu yang menyedot perhatian masyarakat adalah peserta urutan ke-9 yang membawakan sendratari Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang.
Pertunjukan tersebut tidak hanya mengangkat kisah legenda Nusantara, tetapi juga diperkuat dengan visualisasi menyerupai bangunan candi. Konsep itu membuat penampilan semakin atraktif sekaligus memberikan pesan tentang pentingnya mengenalkan cerita dan budaya Nusantara kepada generasi muda.
Kemunculan Marching Band SMKN 4 Kota Probolinggo turut membuat suasana semakin meriah. Masyarakat yang memadati lokasi kegiatan juga disuguhkan penampilan Dug-Dug Cokro Budoyo, Tari Jaran Bodag, fashion show kids, parade pengantin Nusantara, pencak silat Setia Hati Terate hingga Tari Dayak Minahesa.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Sejak pagi, warga juga mendapatkan berbagai layanan dan kegiatan sosial, mulai dari senam bersama, donor darah, layanan kesehatan gratis, pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan administrasi kependudukan, pelayanan PBB hingga pameran produk UMKM.

Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pokmas Sumber Anugerah bersama masyarakat Kelurahan Pakistaji yang bergotong royong menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut Ina, pawai budaya bukan hanya agenda seremonial dalam rangka memperingati kemerdekaan. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.
“Ini merupakan bentuk nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan masyarakat,” ujar Ina.
Ia juga menilai kreativitas masyarakat dalam mengemas berbagai kesenian menjadi kekuatan tersendiri. Terlebih, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari anak-anak, pelajar, komunitas seni, pelaku UMKM hingga kelompok masyarakat.
“Ketika budaya kita lestarikan, masyarakat kita berdayakan, dan UMKM kita beri ruang, maka dampaknya bukan hanya pada pelestarian budaya, tetapi juga pada bangkitnya ekonomi lokal,” imbuhnya.
Ina turut mengapresiasi berbagai kesenian tradisional yang terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Menurutnya, keberadaan kelompok seni di tingkat kelurahan memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Kota Probolinggo.
“Budaya adalah identitas. Karena itu, mari kita rawat bersama. Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan menjaga keberagaman, memperkuat gotong royong dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal serta mencintai budayanya,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, Kapolsek Wonoasih, Danramil Wonoasih, Camat Wonoasih Eko Candra, Lurah Pakistaji, para lurah se-Kecamatan Wonoasih serta masyarakat yang antusias menyaksikan seluruh rangkaian acara.
Pawai budaya dan pagelaran seni Kelurahan Pakistaji menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pelestarian budaya, penguatan persaudaraan, serta pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan untuk menggerakkan potensi ekonomi dan sosial dari lingkungan sendiri.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
