Wali Kota Probolinggo Dorong Baznas Maksimalkan Pengelolaan Zakat yang Transparan Dan Akuntabel

0
e036a24c-c67e-47e3-8e83-2ffeacb0ea3b
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran diyakini menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berangkat dari komitmen tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perangkat daerah dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kota Probolinggo di Puri Manggala Bhakti, Jumat (24/7).

Rakor bertema “Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di Lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo” tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari dan Sekretaris Daerah Budiono Wirawan. Hadir pula perwakilan seluruh perangkat daerah serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kota Probolinggo.

Dalam laporannya, Wakil Ketua IV Baznas Kota Probolinggo Heri Wijayani menyampaikan bahwa sinergi antara Baznas dan Pemerintah Kota Probolinggo menjadi modal penting dalam memperkuat pengelolaan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Baznas Kota Probolinggo berhasil menghimpun dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya sebesar Rp1.090.799.883. Dari jumlah tersebut, 94 persen berasal dari zakat, sekitar 4 persen dari infak, dan 2 persen dari dana sosial keagamaan lainnya.

“Pada periode Januari sampai dengan Juni tahun 2026 berhasil dihimpun dana zakat, infak, sedekah, dana sosial keagamaan lainnya sebesar Rp1.090.799.883 yang terdiri dari zakat sebesar 94 persen, infak sekitar 4 persen dan dana sosial lainnya sekitar 2 persen,” jelas Heri.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan penghimpunan dana, tetapi juga harus diimbangi dengan percepatan penyaluran kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Optimalisasi artinya bagaimana UPZ Baznas mampu mengumpulkan semakin banyak zakat dari para muzaki. Namun yang lebih penting, dana yang terkumpul harus segera dimanfaatkan. Secara prinsip, setiap tahun uang Baznas itu seharusnya nol, artinya berapa pun yang dikumpulkan harus cepat disalurkan,” tegasnya.

Menurutnya, dana zakat harus menjadi instrumen yang mampu mendukung berbagai program pembangunan daerah, mulai dari pemberdayaan pelaku UMKM, peningkatan kualitas pendidikan hingga penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi antara Baznas dan pemerintah ini jelas terlihat nanti di peningkatan kesejahteraan. Inilah peran Baznas agar pertumbuhan ekonomi yang sekarang sudah di angka 6,81 persen terus menuju 8 persen sebagaimana harapan Bapak Presiden Prabowo,” ujar dr. Aminuddin.

Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga memperkenalkan inovasi berupa bantuan uang transportasi bagi pelajar yang melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Agung sebagai upaya membangun karakter generasi muda. Selain itu, ia mendorong digitalisasi pelaporan zakat melalui aplikasi agar pengelolaan dana zakat semakin transparan dan akuntabel.

Usai pembukaan, Rakor dilanjutkan dengan pembahasan teknis yang dipimpin Ketua Baznas Kota Probolinggo Imanuddin Abil Fida bersama Wakil Ketua I Baznas Kota Probolinggo Ahmad Faiz. Melalui forum ini, Baznas dan seluruh UPZ diharapkan semakin solid dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Probolinggo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!