Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Bersama Untuk Indonesia Di Kecamatan Sumberasih

0
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Bersama Untuk Indonesia Di Kecamatan Sumberasih
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Pada Selasa malam (09/09/2025), Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai tokoh pemerintahan, ulama, organisasi masyarakat, serta pemuda-pemudi Nahdlatul Ulama.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Sumberasih, Agus Setijono, S.Sos, Kepala Desa Laweyan H. Suwadi, Danramil 0820/06 Sumberasih Kapten Inf I Made Lugianta, Kapolsek Sumberasih yang diwakili oleh Kasium Polsek Aipda Aang, Ketua MWC NU Kecamatan Sumberasih Ustadz Fauzan, Ketua PAC Ansor Kecamatan Sumberasih Jalal, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo H. Misbahul Munir, Ketua Fatayat NU Kecamatan Sumberasih Lailatun Khomariyah, perwakilan Banser, serta para tokoh agama dan masyarakat lainnya. Kehadiran para tokoh ini mencerminkan semangat kebersamaan antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan di wilayah Sumberasih.

Ketua PAC Ansor Kecamatan Sumberasih, Jalal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peringatan Maulid Nabi, namun juga sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan meneguhkan komitmen menjaga keutuhan bangsa. Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama dan Ansor selalu berpegang teguh pada prinsip NKRI harga mati. “Kegiatan ini adalah bentuk cinta kita kepada tanah air. Dengan memperingati Maulid Nabi dan bershalawat bersama, kita berharap Kecamatan Sumberasih senantiasa damai, tenteram, dan warganya sejahtera. Terima kasih kepada seluruh tokoh yang hadir dan mendukung penuh acara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sumberasih, Agus Setijono, S.Sos, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi sekaligus doa bersama untuk Indonesia merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap kondisi bangsa. Dalam sambutannya, Agus juga mengingatkan para orang tua untuk senantiasa membimbing putra-putri mereka, khususnya yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. “Kuliah itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari masalah. Jangan sampai terlibat dalam aksi-aksi yang berujung pada kerusuhan. Mari kita bersama-sama menjaga ketenangan dan kondusifitas Probolinggo, khususnya Sumberasih,” pesannya.

Ketua MWC NU Kecamatan Sumberasih, Ustadz Fauzan, juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan persatuan. Ia menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga sebagai ajang silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat. “Kita berharap doa yang dipanjatkan malam ini dikabulkan Allah SWT, sehingga Sumberasih tetap aman, damai, dan kondusif. Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada Ansor, Fatayat, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi,” ujarnya.

Acara ini semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Al-Mukarram Kiai Mas Ismail Hafidz. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa memperingati Maulid Nabi adalah wujud rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Menurut beliau, di tempat mana pun Maulid Nabi diperingati, insyaAllah Allah akan melimpahkan keberkahan, menjauhkan dari musibah, serta menjaga dari bencana maupun marabahaya. “Selama sholawat dan hadrah tetap hidup di Sumberasih, insyaAllah daerah ini akan senantiasa dilindungi oleh Allah SWT,” jelasnya.

Rangkaian acara berlangsung dengan khidmat. Mulai dari pembacaan shalawat, tausiyah, hingga doa bersama untuk bangsa Indonesia. Doa dipanjatkan agar negeri ini senantiasa aman, damai, serta dijauhkan dari segala bentuk perpecahan. Para jamaah yang hadir larut dalam kekhusyukan, mencerminkan persatuan umat dalam semangat religius dan kebangsaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa bersama ini, masyarakat Kecamatan Sumberasih tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah sebagai teladan agung, tetapi juga meneguhkan tekad untuk menjaga persatuan bangsa. Semangat ukhuwah, cinta tanah air, dan religiusitas tampak nyata dalam kegiatan tersebut, menjadikannya bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting dalam memperkokoh harmoni sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

Penulis : Sayful

    Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!