Rutan Kraksaan Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan Wanita Melalui Kerja Sama Dengan Kemenag

0
IMG-20260910-WA0085
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya membentuk kepribadian warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan melalui berbagai program pembinaan. Salah satunya dengan memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan wanita melalui kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan pembinaan yang berlangsung Kamis (10/9/2026) tersebut diisi dengan pemberian materi keagamaan mengenai keutamaan Surat Yasin, Al-Waqiah serta sejumlah doa pilihan yang terdapat dalam buku kumpulan surat dan doa.

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan keagamaan warga binaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual selama menjalani masa pembinaan di Rutan Kelas IIB Kraksaan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan wanita diberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman terhadap bacaan-bacaan Al-Qur’an dan doa, sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Kraksaan, Trias Widigdo, mengatakan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembentukan kepribadian warga binaan.

Menurutnya, pembinaan di dalam Rutan bukan hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan bekal yang dapat membantu mereka memperbaiki diri serta mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan bekal spiritual kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Melalui pembahasan keutamaan Surat Yasin, Al-Waqiah serta doa-doa pilihan, kami berharap warga binaan tidak hanya memahami bacaannya, tetapi juga dapat mengamalkan dan menjadikannya sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan Kemenag Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat semakin memperluas ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Pembinaan tersebut juga diharapkan mampu memberikan suasana positif bagi warga binaan selama menjalani masa pidana. Dengan adanya kegiatan keagamaan secara rutin, warga binaan dapat memanfaatkan waktu pembinaan untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat kehidupan spiritual.

Materi yang diberikan pun tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Warga binaan didorong untuk mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di Rutan maupun ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Melalui pembinaan keagamaan ini warga binaan wanita diharapkan mampu menata hati, memperbaiki diri dan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan proses pembinaan yang lebih menyeluruh. Selain membangun kedisiplinan dan kemandirian, penguatan aspek spiritual diharapkan dapat membantu warga binaan memiliki bekal moral serta mental untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!