Semarak dan Penuh Warna, Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Sukses Hipnotis Warga

0
IMG-20260914-WA0004
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com


Semarak Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo terasa begitu kuat saat berbagai kesenian, busana adat dan atraksi budaya dari sejumlah peserta mewarnai jalannya Pawai Budaya, Minggu (13/9/2026). Mengusung tema “Pesona Nusantara” kegiatan tersebut berlangsung meriah dan berhasil menyedot perhatian masyarakat yang memenuhi sepanjang Jalan Panglima Sudirman hingga kawasan Kantor Wali Kota Probolinggo.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pawai dimulai. Sepanjang Jalan Panglima Sudirman berubah menjadi lautan manusia yang berjejer di sisi jalan untuk menyaksikan berbagai penampilan peserta. Sorak dan tepuk tangan warga terdengar ketika masing-masing peserta menampilkan atraksi terbaiknya.

Pawai Budaya tersebut dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan, Sekda Kabupaten Probolinggo H. Ugas Irwanto, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardani, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, jajaran Forkopimda, seluruh perangkat daerah, camat serta lurah se-Kota Probolinggo.

Berbagai organisasi perangkat daerah, kecamatan hingga kelurahan ikut ambil bagian dengan menampilkan kreativitas masing-masing. Busana adat, kesenian tradisional hingga atraksi kekinian dipadukan menjadi satu pertunjukan yang menggambarkan keberagaman budaya sekaligus kreativitas masyarakat Kota Probolinggo.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah aksi Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan. Dengan mengenakan pakaian adat Bali, Budiono tampil bersama Kabag Hukum Kota Probolinggo, Kabag Umum Kota Probolinggo dan Kasatpol PP Kota Probolinggo.

Atraksi tersebut langsung mendapat perhatian dari masyarakat yang berada di depan Kantor Wali Kota. Penampilan yang dikemas santai namun penuh kreativitas itu membuat suasana semakin meriah dan mengundang tepuk tangan penonton.

Tidak kalah menarik, penampilan dari Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo juga berhasil mencuri perhatian. Bahkan sejumlah unsur Forkopimda ikut turun dan mengikuti atraksi yang ditampilkan jajaran BPPKAD.

Kehadiran para pejabat dalam sejumlah atraksi tersebut membuat pawai semakin terasa dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menjadi penonton, jajaran pemerintah daerah ikut membaur dan menikmati kemeriahan bersama warga.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, Pawai Budaya merupakan bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan kekayaan budaya Nusantara yang hidup dan berkembang di Kota Probolinggo.

“Pesona Nusantara sudah menjadi bagian dari Kota Probolinggo. Berbagai budaya dari seluruh Nusantara menjadi satu kesatuan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Aminuddin.

Ia menyebutkan, keberagaman tersebut terlihat dari pakaian adat yang dikenakan para pejabat dan peserta pawai. Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, misalnya, tampil mengenakan pakaian adat Minang dari Sumatera Barat. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa berbagai budaya Nusantara dapat hidup berdampingan di Kota Probolinggo.

Aminuddin menegaskan, keberagaman budaya tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga harus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman. Kreativitas dan inovasi berbasis budaya dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam pembangunan daerah.

“Kita ingin bagaimana Kota Probolinggo berinteraksi dengan segala perkembangan kekinian, sehingga mampu menciptakan inovasi-inovasi dari seluruh budaya Nusantara menjadi suatu kekuatan untuk membangun Kota Probolinggo tercinta,” katanya.

Lebih lanjut, Aminuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi dalam perkembangan Kota Probolinggo. Ia berharap potensi daerah, khususnya budaya dan pariwisata, dapat terus dikembangkan sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Kota Probolinggo memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pariwisata menuju kawasan Gunung Bromo. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan berbagai destinasi wisata.

“Kita sedang mengembangkan destinasi wisata lebih dari 200 dengan berbagai macam pola dan tujuan, baik destinasi wisata budaya, event olahraga, maupun destinasi lainnya,” jelasnya.

Pengembangan tersebut, lanjut Aminuddin, diharapkan terus dilakukan hingga 2030. Kota Probolinggo ditargetkan semakin siap menjadi salah satu teras menuju kawasan Gunung Bromo sekaligus menjadi daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih besar kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi lokal dan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Probolinggo. Menurutnya, budaya daerah harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak terputus dan dapat berkembang sesuai zaman.

“Kita memanfaatkan semua potensi daerah yang potensial dan orisinal untuk kemajuan seni dan budaya kepada generasi muda,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas anak-anak muda Kota Probolinggo yang turut mengambil peran dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Berbagai kreasi yang ditampilkan dalam Pawai Budaya menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk ikut mengembangkan identitas budaya daerah.

Selain budaya, pemerintah daerah juga terus mendorong penyelenggaraan berbagai event sebagai bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Event olahraga, budaya, pariwisata dan kegiatan kreatif lainnya dinilai mampu mendatangkan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM.

“Wacana tanpa aksi adalah mimpi. Maka dengan kegiatan-kegiatan seperti saat ini, Kota Probolinggo terus bergerak,” tegas Aminuddin.

Ia menyebutkan, Kota Probolinggo saat ini terus meningkatkan jumlah kegiatan dan event. Dari sebelumnya lebih dari 200 event, pemerintah daerah menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga ratusan kegiatan dan secara bertahap menuju 1.000 event.

Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo akhirnya bukan sekadar menjadi tontonan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan keberagaman budaya, kreativitas masyarakat dan semangat pemerintah daerah dalam membangun Kota Probolinggo.

Dengan semangat “Bersolek, Berdaulat, Adil dan Makmur,” kemeriahan Pawai Budaya diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah sekaligus menjadi bagian dari langkah Kota Probolinggo menuju daerah yang semakin maju, kreatif dan berdaya saing.

Penulis : Sayful/ADV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!