Tenaga Ahli Raperda Pariwisata Dorong Kota Probolinggo Jadi Destinasi Transit Bernilai Ekonomi
Probolinggo, Radarpatroli.com
Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Probolinggo terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kepariwisataan guna memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai salah satu destinasi wisata strategis di Jawa Timur. Senin (25/05/2026).

Dalam penyampaiannya, Tenaga Ahli Penyusunan Raperda, Syahrul Sajidin menjelaskan bahwa pembahasan raperda tersebut juga menyesuaikan dengan regulasi terbaru dari pemerintah pusat terkait sektor pariwisata.
Menurutnya, pada tahun 2025 telah terbit perubahan ketiga Undang-Undang Kepariwisataan sehingga diperlukan penyesuaian sejumlah ketentuan dalam raperda yang sedang dibahas oleh Pansus I DPRD Kota Probolinggo.
“2025 itu ada undang-undang terbaru terkait perubahan ketiga Undang-Undang Kepariwisataan. Alhamdulillah tinggal menambahkan beberapa ketentuan terbaru saja, tetapi intinya perda ini disusun untuk memperkuat peran dan posisi Kota Probolinggo sebagai salah satu destinasi wisata di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.
Syahrul menyampaikan, selama ini Kota Probolinggo memiliki posisi strategis karena banyak wisatawan yang datang, meskipun sebagian besar masih sebatas transit sebelum menuju destinasi utama seperti kawasan Bromo maupun Bali.
Ia menilai kondisi tersebut justru menjadi peluang besar yang harus dioptimalkan oleh pemerintah daerah agar wisatawan tidak hanya singgah sementara, tetapi juga menikmati berbagai potensi wisata yang ada di Kota Probolinggo.
“Selama ini banyak wisatawan datang ke Kota Probolinggo hanya sekadar transit atau menginap satu hingga dua malam. Nah tentunya itu bisa dimanfaatkan untuk dioptimalkan, sehingga sebelum menuju destinasi utama mereka bisa menikmati objek-objek wisata yang berada di wilayah Kota Probolinggo,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya wisatawan yang datang tidak hanya menginap, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Probolinggo,” tambahnya.
Syahrul juga menyoroti keberadaan sejumlah hotel berbintang di Kota Probolinggo yang dinilai menjadi indikator bahwa daerah tersebut memiliki potensi wisata yang cukup besar dan perlu terus dipromosikan secara luas.
Menurutnya, penguatan promosi digital melalui konsep smart tourism menjadi langkah penting agar seluruh potensi wisata daerah dapat lebih dikenal masyarakat luas.
“Tadi juga ada masukan terkait smart tourism. Itu ide yang menarik, bagaimana seluruh potensi wisata di Kota Probolinggo bisa digambarkan kepada masyarakat umum melalui kanal-kanal digital, aplikasi maupun informasi pariwisata berbasis teknologi,” jelasnya.
Selain itu, dalam uji publik raperda yang dilaksanakan pada tahun 2025 lalu, muncul berbagai masukan dari masyarakat dan kelompok sadar wisata atau Pokdarwis. Salah satunya mengenai pemberian penghargaan kepada kelompok sadar wisata yang aktif mengembangkan potensi wisata di lingkungannya.
Ia menambahkan, saat ini di Kota Probolinggo mulai bermunculan kampung-kampung wisata yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari budaya, kuliner hingga kerajinan lokal seperti kampung batik.
“Sekarang mulai marak muncul kampung-kampung wisata. Ada kesadaran masyarakat untuk menonjolkan sisi budaya dan potensi lokalnya. Seperti kampung batik, itu sebenarnya tinggal dikemas agar memiliki nilai jual dan mampu menarik wisatawan dari luar daerah,” terangnya.

Tidak hanya mengandalkan wisata alam, lanjut Syahrul, Kota Probolinggo juga memiliki peluang besar dalam pengembangan wisata budaya, sosial, kuliner hingga kawasan pesisir yang dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Menurutnya, keberadaan akses jalan tol juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Kota Probolinggo karena dapat mempermudah mobilitas wisatawan yang melintas menuju berbagai destinasi wisata di Jawa Timur maupun Bali.
“Kita punya potensi jalan tol yang tentu akan memudahkan akses. Harapannya para wisatawan yang menuju Bromo, Banyuwangi ataupun Bali bisa mampir terlebih dahulu ke Kota Probolinggo sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah,” pungkasnya.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
