Pemkab Probolinggo Matangkan Target PAD 2027, Optimistis Perkuat Fiskal Untuk Dukung Pembangunan Daerah

0
WhatsApp-Image-2026-07-27-at-14.54.47
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Di tengah tantangan pembiayaan pembangunan dan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berupaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mematangkan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Perubahan APBD (P-APBD) Tahun 2026 serta APBD Tahun 2027 agar target pendapatan yang disusun lebih realistis, terukur dan sesuai dengan potensi riil daerah.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo di Ruang Pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Senin (27/7/2026).

Rakor diikuti oleh 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi.

Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani menjelaskan, rakor tersebut bertujuan menyusun perubahan target PAD Tahun Anggaran 2026 sekaligus merumuskan proyeksi target pendapatan daerah untuk APBD Tahun 2027.

Menurutnya, hasil pembahasan akan menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

“Evaluasi dilakukan menggunakan data capaian dan potensi aktual sehingga target yang ditetapkan lebih realistis. Ada OPD yang mengalami penurunan target karena mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, namun ada pula yang mampu meningkatkan proyeksi pendapatannya. Evaluasi dilakukan berdasarkan data, bukan sekadar mengejar kenaikan angka,” ujar Kristiana.

Dari hasil evaluasi sementara, target PAD pada P-APBD Tahun 2026 diproyeksikan meningkat sebesar Rp8.940.223.028 atau sekitar 2,06 persen, dari semula Rp434.830.457.028 menjadi Rp443.770.680.056.

Sementara pada APBD Tahun 2027, PAD kembali diproyeksikan naik sebesar Rp11.768.728.393 atau sekitar 2,65 persen sehingga mencapai Rp455.539.408.449.

Untuk sektor pajak daerah, target APBD Tahun 2026 sebesar Rp153.032.000.000. Hingga 30 Juni 2026, realisasinya telah mencapai Rp71.102.301.446 atau sekitar 46,46 persen. Target tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp155.896.178.200 pada P-APBD 2026 dan kembali naik menjadi Rp159.638.747.300 pada APBD Tahun 2027.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengungkapkan bahwa hingga akhir Juni 2026 realisasi PAD telah mencapai Rp208,87 miliar atau sekitar 48,03 persen dari target APBD Tahun 2026 sebesar Rp434,83 miliar.

Menurutnya, kenaikan target pendapatan daerah pada P-APBD 2026 maupun APBD 2027 didorong oleh peningkatan Pendapatan Asli Daerah sebesar 1,36 persen dan kenaikan pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar 3,62 persen.

“Kontributor terbesar pendapatan daerah masih berasal dari BPPKAD serta RSUD Waluyo Jati dan RSUD Tongas,” kata Ugas.

Ia menegaskan penyusunan target pendapatan dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan realisasi pendapatan tahun berjalan, potensi masing-masing OPD serta peluang optimalisasi berbagai sumber penerimaan daerah.

“Secara umum, kenaikan target tahun 2027 disusun secara realistis dengan mempertimbangkan capaian realisasi tahun berjalan, potensi masing-masing OPD dan upaya optimalisasi pendapatan daerah,” jelasnya.

Dalam rakor tersebut, Pemkab Probolinggo juga menyepakati sejumlah strategi untuk mengoptimalkan pencapaian PAD Tahun 2027, mulai dari peningkatan kepatuhan wajib pajak dan retribusi, penguatan pengawasan terhadap objek pendapatan hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah akan melakukan ekstensifikasi dengan menggali sumber-sumber pendapatan baru yang sesuai regulasi, memperbarui data objek dan subjek pendapatan secara berkala serta mengoptimalkan pengelolaan pendapatan melalui penguatan komitmen kinerja seluruh OPD.

Sebagai tindak lanjut, Sekda Ugas meminta seluruh OPD melakukan evaluasi terhadap target PAD yang telah diproyeksikan, menyampaikan data pendukung apabila terdapat usulan penyesuaian, sekaligus menyusun strategi optimalisasi pendapatan sesuai karakteristik masing-masing perangkat daerah.

Ia berharap sinergi seluruh OPD mampu memperkuat kapasitas fiskal Kabupaten Probolinggo sehingga target PAD pada P-APBD Tahun 2026 maupun APBD Tahun 2027 dapat tercapai secara optimal.

“Peningkatan pendapatan daerah diharapkan menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!